si miskin mendapatkan dengan susah payah dan tampak begitu senang
si kaya mendapatkan dengan susah payah dan tampak begitu senang
si kaya menghina si miskin karena si miskin mendapatkan seratus ribu dengan susah payah
si miskin memberikan dua puluh ribu rupiah untuk sumbangan tetangganya yang terkena musibah. sisa uang di dompet tiga puluh empat ribu tujuh ratus lima puluh rupiah.
si kaya memberikan sepuluh juta kepada saudaranya yang terkena musibah. sisa uang di rekening mandiri tiga milyar empat ratus sembilan puluh tujuh juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu seratus empat puluh tiga rupiah. belum deposit, tabungan di BNI, BCA, Niaga, NISP, Danamon, BRI, dll...
si kaya merasa bangga dan sombong karena dia memberikan sepuluh juta kepada saudaranya sementara si miskin, yang merupakan tetangga saudara si kaya cuma dapat memberikan dua puluh ribu rupiah.
si miskin bahagia ketika pulang kerja - makan bersama di satu talam besar dengan istri dan kelima anaknya, sambil tertawa, ntahlah mungkin menertawai diri mereka atau teman mereka, yang sama-sama miskin. mereka tidur di satu ruangan beralaskan tikar lapuk yang sudah robek dimana-mana.
si kaya bahagia ketika duduk manis dengan orang yang dikasihinya di sebuah restoran mewah di itali diiringi musik klasik, di terangi lilin, di kelilingi pelayan dan tertawa kecil. mereka tidur di penthouse apartment mewah newyork. dengan view ke seluruh dunia.
si miskin berusaha keras untuk merubah nasibnya, untuk tidak menjadi miskin, walaupun tidak juga kaya. serba cukup saja cukup.
si kaya akan terus berusaha untuk terus menjaga eksistensinya di dunia kekayaannya.

hidup di dunia di kotak-kotakin ada si miskin, si abu (tidak miskin tidak kaya), si kaya. siapa yang buat? si kaya.
tapi, kalau benar kata pepatah,.. dunia berputar.



