Rabu, November 23, 2011

Kembali

Reaksi: 
Mungkin karena musim hujan, banyak petir - trus gw kesambar...?

atau mungkin juga karena sekarang hari rabu, besok malam Jumat - trus gw kesambet setan unyu...?

atau mungkin juga karena habis SEAGAMES, waktu nonton final bola Indonesia - Malaysia, karena saking kencangnya teriak - trus jadi Gilak?

tiba-tiba gw di bangkitkan, kaya vampir 1000 tahun di tetesin darah segar. (*yang ini - pasti bukan karena Breaking Dawn - I*)

jeng... jeng....




Saya kembali!!

(-silahkan tunggu post terbaru saya : 3 tahun lagi dengan judul dan isi yg sama dengan posting kali ini..-)
hahahahaha.....

Jumat, Oktober 01, 2010

Malam

Reaksi: 
Kenapa malam begitu gelap? padahal aku butuh cahaya disini.
Aku hanya punya buku dan list film yang akan ku baca dan tonton, sungguh - cuma itu.
Tapi kalau malam ambil terang dariku, apa yang harus kulakukan?

Pernahkah kau menderita melihat teleponmu?
Percaya bahwa akan ada yang menelepon, buktikan bahwa kau tak sendirian?

Aku cuma punya malam, hari-hari terasa begitu membosankan
Rutinitas ini buat jenuh dan muak. Hanya malam yang mengerti dan kupunya.

Kenapa harus ku kehilangan malam?
Tidak kan?

Aku rasa aku akan pergi, menghindar dari siang, yang akan mengambil malamku.
karena hanya itu yang kupunya sekarang.

Dan takkan kubiarkan gelap menghantui malamku, karena aku harus membaca, dan menonton.
Hanya itu milikku.

[sudah lama sekali rasanya aku aku tak menangis seperti ini, seperti anak kecil yang kehilangan mainannya...]

Senin, Juli 26, 2010

AirAsia,.. ohhh AirAsia..

Reaksi: 
Baru aja dapat informasi dari seorang teman yang mendapatkan informasi langsung dari AirAsia, bahwa route penerbangan Jakarta-Medan, Jakarta-Surabaya per November 2010 ditiadakan!! WTF!!


Padahal sudah beli beberapa penerbangan untuk bulan desember dan beberapa bulan maret dan april 2011.
Walau masih belum dapat konfirmasi resmi dari AirAsia, tadi iseng ngecek penerbangan yang dimaksud untuk bulan nov dan des, emang gak ada!!! Kacau!!

Kalau emang benaran jadi, bagusnya diapain nih AirAsia??

Walaupun akan dikembalikan tetap aja kacau kan?? kaya contohnya misalnya penerbangan Desember, sengaja dah beli dari bulan Feb karena tau tuh tiket bulan segitu pasti mahal bgt, terus akhirnya penerbangannya di cancel.. giliran lirik ke penerbangan lain - LionAir contohnya harga tiket untuk tanggal yang sama udah melambung jauh ke angkasa?? Untuk kasus berikutnya, G beliin tiket buat bonyok liburan ke Bali bulan Maret... nah klu medan-Jakartanya ditiadakan gimana ceritanya bisa sampe Bali?? kalau mau beli penerbangan lain, mahalll?? arghrr!!!

Jangan Jual kalau barangnya gak ada!!

Ket gambar : say no to AirAsia kalau sampai berita ini benar adanya!!

kalau benaran ditutup, AirAsia bakalan gw laporin ke Komisi Perlindungan Konsumen, Komisi Hak Asasi, dan Kak seto sekalian.. karena udah menodai akal sehatku di hari berbahagia ini!! bila perlu ke Densus88 sekalian.. jelas-jelas ini aksi terorisme namanya!!

note : masih berharap berita ini tidak benar :((

Senin, Mei 24, 2010

Pangandaran Trip I

Reaksi: 

Akhirnya, jalan-jalan lagi... kali ini perjalanan menuju ke daerah Pangandaran, sebuah lokasi di ujung pulau Jawa bagian Barat. Perjalanan ini diselenggarakan oleh MIS, dept. tempat aku kerja. Jalan-jalan ini sebenarnya bukan kali yang pertama kami lakukan, sebelumnya pernah juga jalan ke water boom, paint ball, dan yang terakhir rafting di Citarik, belum disebut wisata-wisata kuliner kita yang rutin hampir sekali dua bulan kita laksanakan.


Sumber utama perjalanan kali ini, sebenarnya hampir sama seperti sebelum-sebelumnya, diambil dari uang kas terkumpul kita yang sudah beberapa bulan sengaja tidak digunakan untuk keperluan lain, karena sudah jauh hari fokus untuk acara kali ini. Untung bgt emang dengan adanya uang kas tersebut, dana yang setelah dikalkulasikan dan kemudian di hitung-hitung dan diputuskan sebesar 450 ribu rupiah itu jadi terasa ringan. Walau sebenarnya sih, kalau harus membayar dana perjalanan sebesar 450 ribu sekalipun, masih terhitung 'worth it' untuk kesan yang didapat selama perjalanan. Belum lagi perjalanan kali ini ga bisa dibilang full backpack mode, karena - coba liat aja fasilitas hotel (yang walau emang bukan hotel berbintang banyak - tapi layak diacungin jempol karena kebersihan dan bagusnya layanannya), belum lagi fasilitas bus kelas bisnis full ac yang disewa. Ah,.. iya bagaimana dengan makan malam sea food di Karya Bahari dan makan siang di SR? lebih dari 'worth it' pokoknya...

Setah membuka pendaftaran ke teman-teman selama kurang lebih sebulan, akhirnya terkumpul sebanyak 26 orang yang memutuskan untuk gabung ke perjalanan kali ini. Perjalanan dimulai dengan berkumpul di kantor aku di bilangan Gunung Sahari di Jakarta Pusat pada jam 8 malam pada tanggal 21 Mei 2010.

Setelah menunggu kurang lebih sejam lamanya, akhirnya semua peserta datang berkumpul di lokasi, sementara bis sudah datang dan standby sejak jam 7 malam di lokasi. Tepat jam 9 malam kita jalan menuju Pangandaran... dan perjalanan pun dimulai... Perjalanan terlihat lancar, jalananpun tidak menunjukkan kemacatan, sekitar jam 12 malam, kita sampai di Bandung, kita singgah sebentar untuk beli tahu sumedang yang emang makkknyusss rasanya, harganya pun cukup murah... cuma 20 ribu rupiah satu keranjang Tahu Sumedang - berisi 50 tahu panas... :) suasana dingin malam Bandung yang ditambah lagi suasana baru selesai hujan membuat nafsu makan semakin membara... ga terlalu lama waktu untuk menghabiskan semuanya...

Perjalanan berlanjut, beberapa kali kita berhenti untuk sang supir yang berusaha beristirahat meluruskan kaki dan tubuhnya, atau karena permintaan teman-teman seperjalanan yang sekedar ingin singgah untuk istirahat sampai yang kebelet karena ingin buang air... Sampai, sekitar jam 6 pagi lebih dikit kami akhirnya tiba di pantai Pangandaran, setelah membayar uang masuk lokasi Pangandaran, kitapun menuju hotel yang emang sudah kita booking sejak jauh hari...

Jam menunjukkan angka 7 kurang sedikit ketika akhirnya kita sampai di hotel. Pembagian kamar, lalu istirahat sejenak, pembagian snack yang sudah di siapkan panitia, sampai jam 8 pagi - beberapa kita pergi ke pantai barat yang berjarak kira-kira 300 meter dari hotel tempat kita menginap sekedar untuk memuaskan foto sisa-sisa Sunrise pagi itu, sekalian mencari sarapan di sekitar pantai. Makan bubur ayam ditemani segelas teh manis hangat dipagi yang cerah itu memang sangat menyenangkan apalagi sambil melihat indahnya alam yang diciptakan Tuhan ini... Cuma perlu 8 ribu rupiah saja ternyata uang yang diperlukan untuk membayar sarapan pagi tadi... Beberapa teman terlihat berkeliling di sekitar dengan menggunakan sebuah sepeda ber-stang ganda yang disewa hanya dengan 5 ribu rupiah saja per satu jam. Oh iya, satu hal yang menyenangkan dari Pangandaran ini adalah lokasinya yang memilikii 2 pandangan/view matahari - disini kita dapat melihat Sunrise maupun Sunset sekaligus... mantap bukan..??

Sekitar jam 8.30 kita sudah siap-siap berangkat dari hotel menuju Green Canyon, atau yang disebut orang lokal dengan nama Curug (sungai, .red) Taneuh. Sebuah daerah wisata sungai yang luar biasa indah. perjalanan dari hotel menuju Green Canyon memakan waktu sekitar 1 jam.

Sampai di lokasi, kita akan menemui loket untuk pembayaran uang sewa perahu seharga 25 ribu perorang dengan kapasitas perahu maksimal 5 orang. Wisata GreenCanyon memang kita nikmati dengan berperahu menuju kearah hulu sungai. Sungai dengan kedalaman berkisar 1-5 Meter itu terlihat begitu segar dikelilingi oleh tebing terjal dengan pohon-pohon yang lebat diatasnya,... Syukur perjalanan kita lakukan pada musim kemarau, walaupun beberapa hari belakangan, penemudi kapal mengatakan sering hujan - mengakibatkan warna air GreenCanyon berwarna bening kehijau-hijauan. Kalau pada saat musim kemarau berkepanjangan, katanya kita malah akan menemukan air sungai yang bening, sampai-sampai dapat melihat ikan-ikan berenang didalamnya... Oh ya, Sangat tidak direkomendasikan untuk berkunjung ketempat ini pada musim penghujan, karena alih-alih melihat air jernih - malah air berwarna coklat lumpur yang terlihat.

Beberapa kali kita melihat air terjun mini mengalir dari puncak tebing yang terjal itu ke dalam sungai... diterpa sinar matahari yang menyusup masuk dari sela-sela dedaunan pohon diatas sana, sungguh pemandangan yang sangat indah.. sejenak kepenatan bekerja di ibukota pun hilang sudah.

Kira-kira 15 menit berperahu dari loket masuk kita tiba di sebuah tempat yang diapit tebing batu dengan pahatan-pahatan alam yang sungguh luar biasa indahnya. Disana perahu akan berhenti, dan pemandu akan menawarkan kita apakah mau melanjutkan perjalanan lebih ke hulu lagi atau tidak. kalau tidak mau, makan perahu akan kembali kearah loket... tapi tentu saja kita sepakat untuk terus melanjutkan perjalanan... apa yang ada di balik tebing batu itu terlalu menarik untuk di tolak...

Untuk meneruskan perjalanan dibutuhkan jasa panduan dari awak perahu, setelah bernegosiasi yang cukup alot akhirnya diputuskan kita mengeluarkan uang tambahan sebesar 150 ribu rupiah (yang sebenarnya dapat dinego lebih rendah lagi). Dari tebing batu itu, perjalanan dilanjutkan dengan cara berenang... ya.. berenang. Pemandu kita akan memberikan kita masing-masing sebuah pelampung, sehingga tak perlu khuatir bagi yang tak bisa berenang, anda tidak akan tenggelam selama melanjutkan perjalanan - apalagi perjalanan di pandu oleh seorang ahli renang yang sangat ramah. Mereka tidak akan segan untuk membantu orang-orang yang dipandunya, penguasaan mereka akan lapangan patut diacungi jempol, beberapa dari mereka bahkan mau memanjat tebing-tebing terjal itu untuk sekedar mengambil posisi mantap untuk menfoto kegiatan kita disungai sana.

Berenang melawan arus, melompat dari satu pijakan batu ke pijakan batu lainnya, merayap di tepi tebing sambil melawan kuatnya arus dan (saat itu) ditambah lagi ada fenomena musim anakan kepiting sungai yang jumlahnya sampai jutaan memenuhi bebatuan dan merayap disekitar dinding-dinding tebing semakin menambah adrenalin perjalanan kali ini.
Berenang melawan arus sekitar kurang lebih satu jam kearah hulu, akhirnya sampailah kita ketitik dimana arus air menjadi sangat deras, serta karang dan tebing yang semakin terjal. Kita putuskan untuk mengakhiri perjalanan disini. Pulang, menjadi sangat menyenangkan karena kita tinggal body rafting mengikuti arus menuju ke tebing tempat perahu-perahu tadi menunggu. Pengalaman body rafting ini sangat mempesona, apalagi ketika kita membiarkan diri kita dibawa arus sungai dengan posisi terlentang, dengan wajah menghadap langit... merasakan percikan-percikan air yang jatuh dari akar-akar pohon yang ada di puncak tebing jatuh membasahi wajah, sambil sesekali cahaya matahari yang hangat menerobos masuk dari sela-sela pepohonan menyinari wajah kita... sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Sampai di tebing tadi, telah tersedia sebuah perahu untuk mengangkut kita kesebuah tempat tak jauh dari tempat itu untuk kita dapat bilas dan ganti pakaian kering. Tempatnya bersih dan air bilasnyapun bersih. Setelah beberapa menit kemudian, kita kembali ke pintu keluar, dan siap-siap melanjutkan perjalanan kita lagi...

(next : Batu Karas, Batu Hiu, Karya Bahari, Sunrise, Cagar Alam, Kepulangan ke Jakarta)