hari itu masih siang terik. Ningsih wanita manis itu sedang menyetrika pakaiannya di dalam petak kamarnya yang sempit. Tiba-tiba bapak yang punya kos-kosan nyeruduk masuk ke dalam kamarnya, lalu berjalan mendekati Ningsi sambil senyum sumringah...
merentangkan tangannya dia berkata "Ningsih, aku sudah tahu pekerjaanmu yang sebenarnya.., kalau tau begitu kan sudah dari dulu aku mengunjungimu ke kamar ini.."
.................
yang tadi itu adalah cuplikan singkat adegan dalam pilem "mengejar mas-mas"..
iya benar, Ningsih itu pelacur. Bukan wanita baek-baek,.. selama ini dia menyamar menjadi seorang dosen muda yang mengjar di kelas malam di sebuah universitas di Jogjakarta.
yang terjadi berikutnya seperti yang kita ketahui,.. ibu kos nya datang dan memergoki aksi sang suami bandot..
yang heran si istri bukannya memukuli sang suami,.. malah menyerbu Ningsih.. "sudah berapa kali kamu ngeseks sama suamiku! sudah berapa kali!!??" teriaknya sambil terus memukuli, mencakar dan menjambak rambut Ningsih.. Lalu menyeretnya keluar dari kamar dan di campakkan keluar rumah.. diluar sudah berkerumun sejumlah penduduk desa yang siap meringankan tangan dan kakinya untuk sekedar memberi bekas di tubuh Ningsih..
...............
Sambil nangis, dengan kepala tegak dia berrjalan menjauhi desa. Dia masih ingin mempertahankan sedikit harga dirinya keliatannya...
..............
Ningsih itu korban.. dia seorang janda yang ditinggal mati suaminya karena keracunan makan di warteg! untuk masa pengobatan keluarga mereka sudah menghabiskan seluruh harta mereka yang memang tak banyak., juga meninggalkan banyak sekali hutang..
Saat tak tau lagi harus berbuat apa, dia hanya punya "itu" untuk dijual.. itupun cuma laku 50 ribu rupiah saja..!
banyak orang yang bilang pilem itu terlalu melecehkan kaum wanita saja,...
but, hey.. ayolah coba kita buka mata dan telinga.. kasus Ningsih itu bukan satu-satunya di Indonesia ini.. ada banyak sekali Ningsih-ningsih yang lain disana.. kesusahan untuk hidup memaksa mereka untuk melakukannya..
aku ga bilang tindakan yang dilakukannnya benar,.. tapi dalam dunia logika pada saat tak ada keluarga yang bisa membantu, tinggal di kota (lumyan) besar, dan tuntutan hidup yang tinggi, apalagi yang bisa dilakukannya..
dia menangis.. karena salahnya jalan yang dipilihnya.. dia ingin sekali mengeluarkan dirinya dari lingkaran dosa itu.. tapi pada saat dia ingin keluar, tak ada tangan yang terulur di luar sana kepadanya.. penolakan-penolakan terus diterimanya.. beban mental yang semakin kuat hanya membuatnya berkata "mungkin emang lebih baik aku tetap jadi pelacur aja".
heran... sekarang ini derajat manusia bahkan lebih rendah dari makluk ciptaan Tuhan yang lain..
pernah lihat orang kaya membeli anjing seharga 10 juta?
bandingkan dengan harga anu Ningsih yang hanya 50 rebu.!
padahal dengan 10 jutanya tadi orang itu mungkin bisa menyelamatkan 1 orang dari hitamnya dosa..
wanita bukan terlahir untuk dilecehkan.. mereka punya harkat dan martabat yang senilai dengan manusia (laki-laki) lain..
sayang,...
kalau kita bisa bantu mereka untuk merasakan harkat dan martabatnya,..
tapi kita tidak lakukan...
8 komentar:
nice..
tapi sayangnya nama cewek itu bukan ningsih.
melainkan "risma". dasar...!!!
Betapa mulia hati mu bang..
@ogie
bah.. jangan lah mentang-mentang kau dekati si Risma sampe semua nama kau ganti jadi Risma.. hahahahaha
:D tardapot..
@thegands
:) makasih dek,..
wah... namanya pelacur itu jauh dari kesan baik..
jadi bagiku mau gimanapun latar belakangnya pelacur itu tetap ga baik..
istilahnya lebih baik mati daripada harus menjadi pelacur..
hehe..
love dina olivia
:D
@ruben
hehe iya dek pelacur itu ndak benar.. tapi kitapun kan ndak adanya yang bnar. hehe.. apalagi kalau mereka mau jadi benar dengan keluar dari dunianya, tapi kita tolak..
pertanyaannya, siapa yang lebih ga benar??? hehe.. :p
@roy
iyaa pungg.. bgus bgt aktingnya.. cucok itu dapat oscar.. :D
Ningsih....
Never give up !!!
Ningsih....
Kau tetap salah di banyak kacamata
Ningsih....
kalau kau mau bertobat...bertobatlah sekarang, Doa dan usaha meski hidup prihatin percayalah kau tetap mahluk mulia
Ningsih....
Dari jutaan sperma bokapmu yang masuk ke rahim nyokapmu, kamulah satu2nya yang berhasil menjadi pemenang sampai kau jadi manusia dan itu harus terulang dikehidupanmu sekarang, jadilah pemenang setidaknya bagi dirimu sendiri.
argh...Ningsih...sabar ya nduk
@MichaelSitohang
aloe broe.. salam kenal.. thx dah mau mampir dan tinggalin jejak.. iya.. kita arus dukung orang-orang seperti Ningsih.. apalagi kalau dia niat bertobat.. jangan di jauhi,.. jangan pula di pake!
hehe..
Poskan Komentar