Akhirnya, jalan-jalan lagi... kali ini perjalanan menuju ke daerah Pangandaran, sebuah lokasi di ujung pulau Jawa bagian Barat. Perjalanan ini diselenggarakan oleh MIS, dept. tempat aku kerja. Jalan-jalan ini sebenarnya bukan kali yang pertama kami lakukan, sebelumnya pernah juga jalan ke water boom, paint ball, dan yang terakhir rafting di Citarik, belum disebut wisata-wisata kuliner kita yang rutin hampir sekali dua bulan kita laksanakan.
Sumber utama perjalanan kali ini, sebenarnya hampir sama seperti sebelum-sebelumnya, diambil dari uang kas terkumpul kita yang sudah beberapa bulan sengaja tidak digunakan untuk keperluan lain, karena sudah jauh hari fokus untuk acara kali ini. Untung bgt emang dengan adanya uang kas tersebut, dana yang setelah dikalkulasikan dan kemudian di hitung-hitung dan diputuskan sebesar 450 ribu rupiah itu jadi terasa ringan. Walau sebenarnya sih, kalau harus membayar dana perjalanan sebesar 450 ribu sekalipun, masih terhitung 'worth it' untuk kesan yang didapat selama perjalanan. Belum lagi perjalanan kali ini ga bisa dibilang full backpack mode, karena - coba liat aja fasilitas hotel (yang walau emang bukan hotel berbintang banyak - tapi layak diacungin jempol karena kebersihan dan bagusnya layanannya), belum lagi fasilitas bus kelas bisnis full ac yang disewa. Ah,.. iya bagaimana dengan makan malam sea food di Karya Bahari dan makan siang di SR? lebih dari 'worth it' pokoknya...
Setah membuka pendaftaran ke teman-teman selama kurang lebih sebulan, akhirnya terkumpul sebanyak 26 orang yang memutuskan untuk gabung ke perjalanan kali ini. Perjalanan dimulai dengan berkumpul di kantor aku di bilangan Gunung Sahari di Jakarta Pusat pada jam 8 malam pada tanggal 21 Mei 2010.
Setelah menunggu kurang lebih sejam lamanya, akhirnya semua peserta datang berkumpul di lokasi, sementara bis sudah datang dan standby sejak jam 7 malam di lokasi. Tepat jam 9 malam kita jalan menuju Pangandaran... dan perjalanan pun dimulai... Perjalanan terlihat lancar, jalananpun tidak menunjukkan kemacatan, sekitar jam 12 malam, kita sampai di Bandung, kita singgah sebentar untuk beli tahu sumedang yang emang makkknyusss rasanya, harganya pun cukup murah... cuma 20 ribu rupiah satu keranjang Tahu Sumedang - berisi 50 tahu panas... :) suasana dingin malam Bandung yang ditambah lagi suasana baru selesai hujan membuat nafsu makan semakin membara... ga terlalu lama waktu untuk menghabiskan semuanya...
Perjalanan berlanjut, beberapa kali kita berhenti untuk sang supir yang berusaha beristirahat meluruskan kaki dan tubuhnya, atau karena permintaan teman-teman seperjalanan yang sekedar ingin singgah untuk istirahat sampai yang kebelet karena ingin buang air... Sampai, sekitar jam 6 pagi lebih dikit kami akhirnya tiba di pantai Pangandaran, setelah membayar uang masuk lokasi Pangandaran, kitapun menuju hotel yang emang sudah kita booking sejak jauh hari...
Jam menunjukkan angka 7 kurang sedikit ketika akhirnya kita sampai di hotel. Pembagian kamar, lalu istirahat sejenak, pembagian snack yang sudah di siapkan panitia, sampai jam 8 pagi - beberapa kita pergi ke pantai barat yang berjarak kira-kira 300 meter dari hotel tempat kita menginap sekedar untuk memuaskan foto sisa-sisa Sunrise pagi itu, sekalian mencari sarapan di sekitar pantai. Makan bubur ayam ditemani segelas teh manis hangat dipagi yang cerah itu memang sangat menyenangkan apalagi sambil melihat indahnya alam yang diciptakan Tuhan ini... Cuma perlu 8 ribu rupiah saja ternyata uang yang diperlukan untuk membayar sarapan pagi tadi... Beberapa teman terlihat berkeliling di sekitar dengan menggunakan sebuah sepeda ber-stang ganda yang disewa hanya dengan 5 ribu rupiah saja per satu jam. Oh iya, satu hal yang menyenangkan dari Pangandaran ini adalah lokasinya yang memilikii 2 pandangan/view matahari - disini kita dapat melihat Sunrise maupun Sunset sekaligus... mantap bukan..??
Sekitar jam 8.30 kita sudah siap-siap berangkat dari hotel menuju Green Canyon, atau yang disebut orang lokal dengan nama Curug (sungai, .red) Taneuh. Sebuah daerah wisata sungai yang luar biasa indah. perjalanan dari hotel menuju Green Canyon memakan waktu sekitar 1 jam.
Beberapa kali kita melihat air terjun mini mengalir dari puncak tebing yang terjal itu ke dalam sungai... diterpa sinar matahari yang menyusup masuk dari sela-sela dedaunan pohon diatas sana,
Kira-kira 15 menit berperahu dari loket masuk kita tiba di sebuah tempat yang diapit tebing batu dengan pahatan-pahatan alam yang sungguh luar biasa indahnya. Disana perahu akan berhenti, dan pemandu akan menawarkan kita apakah mau melanjutkan perjalanan lebih ke hulu lagi atau tidak. kalau tidak mau, makan perahu akan kembali kearah loket... tapi tentu saja kita sepakat untuk terus melanjutkan perjalanan... apa yang ada di balik tebing batu itu terlalu menarik untuk di tolak...
Untuk meneruskan perjalanan dibutuhkan jasa panduan dari awak perahu, setelah bernegosiasi yang cukup alot akhirnya diputuskan kita mengeluarkan uang tambahan sebesar 150 ribu rupiah (yang sebenarnya dapat dinego lebih rendah lagi). Dari tebing batu itu, perjalanan dilanjutkan dengan cara berenang... ya.. berenang. Pemandu kita akan memberikan kita masing-masing sebuah pelampung, sehingga tak perlu khuatir bagi yang tak bisa berenang, anda tidak akan tenggelam selama melanjutkan perjalanan - apalagi perjalanan di pandu oleh seorang ahli renang yang sangat ramah. Mereka tidak akan segan untuk membantu orang-orang yang dipandunya, penguasaan mereka akan lapangan patut diacungi jempol, beberapa dari mereka bahkan mau memanjat tebing-tebing terjal itu untuk sekedar mengambil posisi mantap untuk menfoto kegiatan kita disungai sana.
Berenang melawan arus sekitar kurang lebih satu jam kearah hulu, akhirnya sampailah kita ketitik dimana arus air menjadi sangat deras, serta karang dan tebing yang semakin terjal. Kita putuskan untuk mengakhiri perjalanan disini. Pulang, menjadi sangat menyenangkan karena kita tinggal body rafting mengikuti arus menuju ke tebing tempat perahu-perahu tadi menunggu. Pengalaman body rafting ini sangat mempesona, apalagi ketika kita membiarkan diri kita dibawa arus sungai dengan posisi terlentang, dengan wajah menghadap langit... merasakan percikan-percikan air yang jatuh dari akar-akar pohon yang ada di puncak tebing jatuh membasahi wajah, sambil sesekali cahaya matahari yang hangat menerobos masuk dari sela-sela pepohonan menyinari wajah kita... sungguh pengalaman yang tak terlupakan.
Sampai di tebing tadi, telah tersedia sebuah perahu untuk mengangkut kita kesebuah tempat tak jauh dari tempat itu untuk kita dapat bilas dan ganti pakaian kering. Tempatnya bersih dan air bilasnyapun bersih. Setelah beberapa menit kemudian, kita kembali ke pintu keluar, dan siap-siap melanjutkan perjalanan kita lagi...
(next : Batu Karas, Batu Hiu, Karya Bahari, Sunrise, Cagar Alam, Kepulangan ke Jakarta)
6 komentar:
aih mak.. keren aja tempatnya.
tapi jauh juga yak? jalan malam, sampainya pagi..
tapi sepertinya perjuangan yang pantas, memang ;)
hahaha :) iya bang... gempor lah dijalan..
pantass bang.. soanya sekali jalan dapat : sungai, tebing, pantai, gua-gua, cagar alam, monyet.. :)) hahahaha... dan banyak lainnya..
Keren juga tempatnya banyak adrenalinnya lagi.boleh kapan-kapan maen kesana.thx atas infonya..
@Yohan
selamat datang di blog saya :)
iya ini memang merupakan salah satu tempat yang patut di kunjungi.
Terima kasih kembali
Perjalanan wisata yang mengasyikkan
keren nih fotonnya... salam kenal
Poskan Komentar